Test Ride Honda CB150R Part 2 : Riding from Paris to AHM Jombor

Pada bagian kedua ini, ane mau bahas sensasi test ride cb150r :D .Setelah mengikuti sesi product knowledge, maka di lanjutkan dengan ishoma, sholat duyuuu, habis itu makan siang :D

nyam-nyam :D, segerrr

Teknis test ride kali ini adalah start dari Hotel Ambarukmo, mengikuti jalan ringroad selatan, lalu belok jalan Imogiri, naik terus melewati paliyan, pangang, dan sampailah di Parangtritis, blogger jakarta yang pertama mendapat jatah , melewati rute di atas, sempat di hantam hujan deras di ringroad, perjalanan tetap di lanjutkan menggunakan jas hujan :D, lha koboys jogja gimana?? hehe, kami di antar naik travel berangkat duluan ke Parangtritis :D.

Sebelum testride, foto-foto dulu. gambar dari TMC Blog :D

blogger jakarta tiba di pantai Parangtritis

Makan es kelapa muda di pinggir pantai, mantap!!


Dan, eng ing engg, tibalah giliran koboys jogja untyuk menjajal honda cb150r ini, sebelum test ride, disiapkan dulu perlengkapannya :D. dalam test ride ini para rekan blogger diberi fasilitas helm full face ink, jaket respiro, sarung tangan, pelindung tangan dan kaki, dan juga raincoat :D. Sepatunya g sekalian nih ?? xixixixix. jadi tetep safety gan :D.

ini foto-Foto detail CB150R

dari sisi kiri gan


mesin cb150r


radiatornya gan, gede :D


Headlamp , meruncing :D


fitur panel lampu tembak ga ada :D


lampu belakang


cakram belakang


cakram depan


shroudnya gan


CB150R Streetfire


shock prolink


tutup tangki njendol :d


speedometer digital


muffler


narsis dulu sebelum berangkat :D

Jalur yang kami lewati adalah kebalikan dari jalan yang di lewati blogger jakarta. Pertama kali naik cb150r, lumayan nyaman posisi duduk dan kaki saya bisa menapak dengan mudah :D, berbeda dengan PZOO saya yang harus jinjit :D. Posisi stang enak untuk turing :D, mirip-mirip naik tiger kalo menurut saya, cumanlebih ringan aja beratnya :D. Mesin dinyalakan, suara mesin ga terlalu kasar, halus, tapi ga ada suara swing2 kayak di PZOO :D. tuas persneling hanya ada satu, naik turun, dan 6 speed gan :D. Kopling di tekan, masuk gigi satu, halus, tidak terdengar suara ctak!!! xixix. Saat naik gunung, ane hanya mentok sampai gigi 4 aja, karena sudah cukup mumpuni untuk melibas tanjakan gunung :D. karena ane baru pertama kali lewat situ, dan juga ternyata banyak sekali kelokan-kelokan model cilukba, jadi pelan-pelan aja jalannya :D, tetep safety no satu, jadi ya tertinggal sama rombongan :D, untung di temani oleh pak maryanto, instruktur safety riding AHM Jombor. Untuk meliuk-liuk di jalanan berkelok dan juga untuk bermanuver di keramaian, cb150r ini sangat lincah, tingal kita gerakin badan, motor udah mengikuti kemauan kita :D :D. sampai di ringroad selatan, di TL terminal giwangan, pak maryanto memberi instruksi untuk belok ke kiri, melewati ringroad barat, dan finish di AHM Jombor. Kesempatan untuk test speed pun ane gunakan sebaik mungkin :D. di ringroad barat, jalan emang sepii, test pertama hanya 90Kpj pada gigi 3, dan terpaksa ngerem karena ada motor mau menyeberang jalan :D, test ke dua pas jaln bener-bener sepii tembus 110Kpj pada gigi 5, lagi-lagi harus ngerem karena ada yang mau menyeberang jalan. untuk konsumsi bahan bakar lumayan irit juga, sebelum berangkat indikator bensin menunjukkan 5 strip, dan setelah menempuh jarak 66 km hanya berkurang 1 strip.

About these ads

12 responses to “Test Ride Honda CB150R Part 2 : Riding from Paris to AHM Jombor

  1. Benar analisis saya mas bro. Ternyata trussframe (teralis) motor cb150r ga dama sekali dibahas pada test ride rekan jurnalis maupun blogger. Dibahas itupun hanya mengatakan apa yang pihak AHM bilang kalau itu fitur andalan si streetfire. Rigid dan ringan memang ga bisa langsung dirasakan para tester. Namun yang saya inginkan adalah kesan awal melihat si trussframe. Tapi sayang! Sepertinya rekan biker semua belum ada kesan wah :)

    Sepertinya AHM harus belajar dari vixion yang kalau lewat kesan deltabox ga pernah lewat memikat mata. Ya kan :)

    Contoh lah Ducati yang mengkpntraskan warna teralisnya. Ya ga mas bro? Apa ini perasaan saya ajah. hehe

    • penilaian saya secara keseluruhan = ok dan recomended :D .Buat naik tanjakan enak, buat belok mereng-mereng enak, lincah dalam manuver :D. speed dapet nafas panjang, perpindahan gigi halus, xixixix . malah iklan, tpi ya itu yg ane rasakan, ane bukan fbh, mtor ane aja pzoo, tp antara pzoo ma cb150, milih pzoo, lebih mantep, bensin irittt, buat turing uenak :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s